22.11.2019

Ternyata Ini Bedanya Obesitas dan Kelebihan Berat Badan, Sudah Tahu?

Istilah “obesitas” mungkin nggak asing lagi di telinga kita, namun masih banyak yang menganggap jika “obesitas” sama seperti “overweight” atau “kelebihan berat badan”. Padahal, keduanya merupakan dua kondisi yang berbeda lho. Kedua istilah ini erat kaitannya dengan Body Mass Index (BMI) – angka yang menjadi standar acuan dalam menentukan apakah berat badan kita tergolong kurang, normal, berlebih, atau obesitas. Terus gimana sih cara mengukurnya?

BMI diukur dengan memperhatikan aspek-aspek seperti jenis kelamin, berat badan, dan tinggi badan. Hasil pengukuran ini akan muncul dalam bentuk angka yang selanjutnya akan dibandingkan dengan skala BMI. BMI kurang dari 18,5 termasuk kategori kekurangan berat badan, 18,5-24,9 kategori normal, 25-29,9 kategori kelebihan berat badan, dan lebih dari 30 adalah obesitas.

Apa itu Obesitas?

Setelah melihat penjelasan di atas, kita tahu bahwa kelebihan berat badan ternyata adalah tahap sebelum seseorang dikatakan sebagai obesitas. Yang jelas, baik kelebihan berat badan maupun obesitas sama-sama menjadi tanda awal munculnya gejala penyakit di tubuh kita.

Tahu nggak sih, kalau ternyata masih ada kondisi yang lebih parah daripada obesitas? Kondisi ini sering disebut “obesitas morbid” dengan skala BMI lebih dari 40. Jika masuk kategori ini, kamu akan disebut sebagai pasien yang direkomendasikan menjalani operasi bariatrik.

Tapi nggak semua yang punya angka BMI besar itu obesitas lho. Para atlet misalnya, dapat memiliki BMI yang tinggi akibat berat otot yang lebih besar daripada lemak tubuh.

Mengapa BMI Penting?

Banyak penelitian menunjukkan bahwa keadaan penderita kanker, penyakit kardiovaskuler, apnea tidur obstruktif, diabetes, tekanan darah tinggi, dan kematian prematur secara keseluruhan akan semakin buruk jika BMI mereka meningkat. Maka, BMI dijadikan acuan dalam penanganan secara tepat.

American Medical Association (AMA) pada 2013 secara resmi menyatakan obesitas sebagai penyakit, karena "dampak kemanusiaan dan ekonomi yang sangat besar dari obesitas” sehingga memerlukan perawatan medis, penelitian, dan perhatian dari praktisi kesehatan."

Pada tahun ini juga, American Heart Association, American College of Cardiology dan The Obesity Society merilis pedoman obesitas baru dengan judul “Pedoman ACCF/AHA/TOS 2013 untuk Mengelola Kelebihan Berat Badan dan Obesitas pada Orang Dewasa.”

Sedangkan Center for Medicare dan Medicaid Services (CMS) menyatakan sikap prihatin, karena obesitas dikategorikan sebagai penyakit kronis sejak 2004. Maka pada 29 November 2011, CMS menangani pengobatan pada penderita obesitas mulai dari skrining BMI dan lingkar pinggang, penilaian diet, intervensi perilaku intensitas tinggi (HIIT), dan operasi bariatrik.

Apa Bahaya Obesitas?

Ada banyak sekali masalah yang akan muncul baik fisik maupun psikis jika kamu mengalami obesitas, seperti:

Penyakit Kronis

Beberapa penyakit yang sering dikaitkan dengan kondisi obesitas adalah penyakit jantung, kolesterol tinggi, penyakit hati dan kandung empedu. Obesitas juga bisa mempengaruhi kinerja hormon insulin penyebab diabetes, yang akan meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke.

Gangguan Tidur

Salah satu kondisi yang membahayakan adalah terkena sleep apnea, yaitu kondisi ketika seseorang berhenti bernafas beberapa kali saat tidur. Kondisi ini membuat kadar oksigen turun drastis, sehingga mempengaruhi jantung dan pembuluh darah serta meningkatkan risiko diabetes dan stroke.

Diskriminasi dan Tidak Percaya Diri

Seseorang yang memiliki obesitas biasanya bermasalah dengan kondisi psikologis dan kehidupan sosialnya, akibat kurangnya rasa percaya diri, sehingga penderita obesitas sering mengasingkan diri atau bahkan diasingkan oleh sosialnya.

Nah itu tadi pembahasan tentang perbedaan antara obesitas dan kelebihan berat badan dilihat dari angka BMI. Kalau angka BMI para FITfighters berapa nih? Jika BMI kamu masih tergolong tinggi, jangan khawatir, karena kamu bisa mulai mengambil langkah kecil untuk mengurangi angka BMI dengan mulai mengonsumsi makanan sehat yang enak dari FIT Gourmet.

Source: isorepublic.com